Minggu, 16 Juni 2013

Review Novel: Call Me Miss J.


Judul : Call Me Miss J.
Penulis : Orizuka
Penerbit : Teen Noura
Tahun Terbit : April 2013
Jumlah Halaman :  332  halaman
Harga :  Rp. 56.000
ISBN :  978-602-7816-12-1
Rating: 4,5 dari 5*

Yuhuuu, akhirnya selesai juga baca novel ini. Sebenernya udah satu  minggu yang lalu buku ini ada di tangan, tapi baru baca beberapa halaman dan kesita sama tugas-tugas kenaikan sekolah. Yaudah deh saya tunda dulu bacanya dan ngulang dari awal lagi. Dan gak nyangka kalo saya bacanya Cuma semalem!

Novel ini menceritakan tentang Azalea atau Lea, ia cewek populer di sekolahnya. Tapi tunggu dulu, jangan kira ia terkenal karena cantik, pinter atau karena nakal. Ia populer karena jerawat!

Barbie, sebutan  Lea untuk Barbara si ketua osis barbar yang selalu bikin masalah sama Lea dan sahabat-sahabatnya. Barbie juga lah yang memberikan sebutan Miss J untuk Lea, J untuk Jerawat. Dengan sebutan inilah dia jadi terkenal.

Lea menganggap masa remajanya tak kan indah kalo jerawat di wajahnya yang mengalahkan penduduk singapura itu tak sembuh-sembuh, siapa mau coba sama cewek jerawatan. Lea sudah pusing memikirkan jerawat-jerawat di wajahnya, kini ditambah lagi dari Barbie yang sering bikin masalah sama Lea. Mulai dari mempermalukan Lea di kantin sampai sederet perlakuan kejam lainnya.
Untungnya Lea punya tiga sahabat yang semuanya selalu mendukung dan membela Lea. Ada Alex, cewek manis berambut pendek semi biru, ada Vidi cewek yang bertampang kebaratan yang membuat kepala semua cowok bergerak searah pergerakanya, dan Sabil, gadis mungil bertampang ramah.  Mereka dipersatukan saat OSPEK, tentu saja saat mereka dihukum oleh senior yang hanya mencari-cari kesalahan mereka. Perlakuan Barbie yang semena-mena dan cara ia menjadi ketua osis yang diktator membuat Lea dan kawan-kawan akan menghancurkan kerajaan kecil Barbie, entah bagaimana caranya, tapi mereka serius loh.

Tapi karena Jerawatnya ia jadi punya kesempatan berkenalan dengan Dimas, pangeran impianya. Dimas adalah adik kelas Lea, semanjak Dimas masuk SMA ia sudah jatuh cinta padanya. Dimas cowok yang perfect, tinggi, cute, anak basket dan tampangnya oke lagi. Melalui insiden yang melibatkan bola basket dan jerawat akhirnya Lea bisa berkenalan dengan Dimas.

“kalo udah sembuh, pasti lo jadi lebih manis lagi. Dan ntar jangan heran kalo gue jadi naksir sama lo.” –Dimas-

Perlahan Dimas mulai mendakati Lea, tapi cuman mendekati sih belum bilang kalau suka atau cinta. Walau begitu Lea seolah mendapatkan harapan setelah Dimas mengatakan kalau bisa saja dia menyukai Lea setelah wajahnya mulus. Dengan berbekal harapan itu, Lea memberanikan pergi ke dokter kulit untuk menyembuhkan jerawat-jerawatnya.

Aku menatap cowok itu tak percaya. Masa iya, dia tidak mengenalku? Harusnya, kan aku terkenal? Bukan terkenal semacam itu maksudku, tapi bukanya kau si Miss J? Harusnya hanya orang dari planet lain, minimal sekolah lain saja yang tidak tahu aku! –Lea-

Tak disangka ia malah bertemu anak Dokter Tarissa, yang beberapa kali bertemu denganya di beberapa insiden. Namanya Raya, cowok ini mirip Chace Crafword tapi berwajah datar dan tak pedulian.

“setiap orang harus punya orang lain dibelakangnya. Hidup itu sama kayak main bola. Tanpa orang lain, lo nggak akan mungkin bisa menang. Yang ada lo hancur.” –Lea-

 Walaupun ia tampan  tak banyak orang disekolah yang mengenalnya. Hal ini disebabkan karena ia lebih suka menyediri, gak ikut ekskul apapun, gak bertemen sama siapapun, gak tahu berita apa yang sedang ngetop di sekolah, bahkan dia gak tahu insiden yang terjadi di kantin antara Lea cs dan Barbie beserta klon-klonya! Hidupnya kalo gak di kelas ya tiduran di pinggir lapangan bola yang tidak terlihat oleh orang lain (hehe, maaf saya gak bisa deskripsiin tempat nongkrong Raya dengan baik, bisa sih ngebayangin tempatnya, tapi gak bisa mendeskripsikanya^^)

“Apa lo nggak pernah berpikir, kalo kejadian tadi mungkin aja sebuah petunjuk supaya lo berhenti mencintai orang yang salah? Apa lo nggak seharusnya bersyukur daripada nangis  kayak begini? Apa dia pantes buat lo tangisi?” –Raya-

Kira-kira  berhasil gak ya Lea mengahancurkan kerajaan kecil Barbie? dan bagaimana kelanjutan antara Dimas dan Lea, mengingat sahabatnya, Vidi gak setuju dengan hubungan mereka. Ohiya masih penasaran juga kan sama Raya yang misterius itu? Untuk lebih lengkapanya baca  Call Me Miss J, ya!

----

Novel ini sebenarnya udah terbit lama, cuman dengan Judul berbeda dan juga penerbit yang berbeda. Dan di terbitkan ulang tanpa mengubah isinya, hanya peremajaan pada hal-hal yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Bagi yang baca entar bakal nemuin kata mainstream, One Direction, dan sederet kata lain yang sedang populer saat ini.

Entah kenapa ssetiap baca novel Orizuka gak bisa berhenti, pokoknya harus terus lanjut sampai tahu endingnya! Makanya saat saya banyak tugas kenaikan kelas saya nahan dulu untuk gak baca, takutnya malah jadi gak menikmati novel ini kalau bacanya banyak jedanya.

Novel ini sebenarnya temanya udah umum, Kisah SMA, ada persahabatanya, diinjak-injak senior atau yang paling mendominasi di sekolah, ditambah bumbu-bumbu kisah cinta SMA, menyukai cowok yang gak mungkin bisa di raih, dsb. Cuman yaitu, cara penyampaian yang di sampaikan Kak Orizuka  membuatnya berbeda dari novel lain tema sejenis. Alurnya enak di ikuti dan gaya bahasanya nyaman untuk di baca.
Karakter- karakter di novel ini juga banyak yang saya suka, Terutama Lea, sebagai cewek yang sering ditindas dia gak pasrah begitu saja, malah melawan dan semakin berani sama Barbie. Karakternya yang craptalk, ceria semakin menambah nilai plus pada karakter Lea

Karakter berikutnya adalah temen-temen Lea yang begitu peduli dan sayang pada Lea. Sifat Vidi yang kadang lalim sama Lea pun begitu takut kalau nantinya Lea hanya dimanfaatkan Dimas. Ohiya Sabil juga hebat banget loh, walaupun keliatanya lemah, tapi kalau pas marah bisa kejam juga loh sama Barbie, kemudian ada Alex yang sama baiknya kayak Vidi dan Sabil.

Yang gak diduga adalah karakter Rio, dia itu adiknya Lea tapi sekalas sama dia, kok bisa gitu? Baca di novelnya ya entar. Tindakan heroiknya untuk Lea patut diacungi jempol.
Karater selanjutnya adalah Raya! Saya jatuh cinta sama dia! Walaupun bertampang datar, tapi dia baik banget mau nerima curhatan Lea kalau pas lagi kesel sama sahabatya atau sama Barbie. Apalagi sikapnya unpredictable, apalagi dia mirip Chace crafword :3 semakin suka deh saya sama Raya.

Akhir kata 4,5 dari 5 bintang untuk novel ini. Selamat membaca!




1 komentar:

  1. Review novel miss j boleh ga kalo dipublikasikan di majalah sekolahku?pake credit kok,cuma diedit sedikit.bisa?._.

    BalasHapus

 

KHAIRUNISA'S BLOG Template by Ipietoon Cute Blog Design