Minggu, 15 April 2012

Review novel : RUMAH LENTERA

PERHATIAN!!! POSTINGAN INI MENGANDUNG SPOILER!!!





JUDUL : RUMAH LENTERA
PENULIS : NENI JAHAR
PENERBIT : GRAMEDIA
TAHUN TERBIT : 2012
JUMLAH HALAMAN : 256
HARGA : Rp.37.000
ISBN : 978-979-22-7963-4



Vien lebih mementingkan waktunya untuk sang pacar yang ia anggap mempertaruhkan nyawa demi dia, karena pacarnya Ega sudah menyelamatkanya dan mendonorkan darahnya ketika Vien kecelakaan. Utang budinya kepada Ega terlewat batas sehingga ia tak mempedulikan keluarganya dan juga ayahnya yang sedang sakit. Kakaknya tak ingin ia berhubungan dengan Ega lagi yang telah menjauhkan Vien dengan keluarga dan sering membuat Vien pulang malam. Karena tak tahan sering dimarahi kakanya ia bermaksud untuk mengekos.

Akhirnya ia menemukan Rumah lentera dengan penghuninya yang unik, ada Kak Ugit yang hobinya main gitar tapi ternyata memenangkan karya ilmiah, ada Kak Adly yang tampangnya serem ternyata berhati hangat , Deris yang selalu pake aksesoris kayak mbah dukun dan berwajah malas ternyata selalu mempertahankan IP 3,9nya ada Kak Nela yang pintar dan santun, ada Mia yang cerewet tapi ternyata dewasa, ada Inka yang jago masak, Adrian, kak Izar yang jadi musuh bebuyutan Vien dan juga ada Kak Tyo.

Banyak hal yang merubah Vien saat ia tinggal dirumah lentera tentang keluarga, persahabatan, dan kepedulian sesungguhnya. Bahkan ia tak pernah pulang larut malam dengan adanya jam malam dan ia juga lebih rajin sehingga nilai IPnya naik drastis. Nilai IP juga menjadi peraturan dirumah lentera yaitu nilai IP harus memenuhi standar IP 3,5 barang siapa nilainya dibawah itu sanksinya adalah menerjemahkan tiga jurnal bahasa prancis selama liburan semester (haha,gila bener sanksinya).


Dirumah lentera semuanya berjalan menyenangkan dan menyadarkan banyak hal bagi Vien. Hingga akhirnya ia harus kembali menghadapi kenyataan. Ia terbangun di perpustakaan dan disampingnya ada Edry. Ia segera berlari ke rumah sakit dan meminta maaf kepada ibu, ayah dan kakaknya. Singkat cerita ia memutuskan hubunganya dengan Ega dan bahagia bersama keluarganya.
***

Wohaha seru ceritanya apalagi keseruan di rumah lentera, asli bikin ngakak. Saya kira rumah lentera itu bener-bener ada ternyata itu semua hanya mimpi Vien yang ketiduran di perpustakaan. Endingnya manis dan gak mudah ketebak. Awalnya saya nebak kalo Vien ngekos di rumah lentera itu udah skenario kakaknya biar ia sadar, ternyata enggak. Ceritanya juga gak sedih-sedih amat, apalagi si Vien ini  punya sisi lucu. Yang bikin saya sesenggukan plus ketawa adalah bagian suster budeknya itu, bener-bener deh si suster bikin saya berdebar-debar (lebay:D) actually nih novel pantas mendapatkan empat bintang dari lima bintang yang ada !!! Dan tentunya recomended untuk dibaca :)

2 komentar:

  1. gak nyangka ternyata cuma mimpi...^^

    BalasHapus
  2. bagus ni novel.. udah diceritain sih.. hhe

    BalasHapus

 

KHAIRUNISA'S BLOG Template by Ipietoon Cute Blog Design