Minggu, 25 Maret 2012

Review novel : 9 Summers 10 Autumns

PERHATIAN!!! POSTINGAN INI MENGANDUNG SPOILER!!!




Judul buku:9 Summers 10 Autumns
Dari Kota Apel Ke The Big Apple
Penulis: Iwan setyawan
Penerbit: Gramedia
ISBN: -9789792267662
Harga: Rp. 47.000,-

Sinopsis:
Di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri. Bapaknya, sopir angkot yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya. Tak ada sepeda, tak ada boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi "teman bermain"-nya. Di tengah kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar.



Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dan kesempatan memang hanya datang kepada siapa yang siap menerimanya. Dengan kegigihan, anak Kota Apel dapat bekerja di The Big Apple, New York. Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan top dunia. Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kenangan yang getir. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan menghadirkan seseorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu. Dan pada akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.

Bundelan kertas penting yang disesaki hikayat kerja keras, kehangatan keluarga, dan perantauan. Sungguh sebuah praktik man jadda wajada yang terang. Selamat mereguk semangat perjuangan dan kesabaran anak sopir angkot di sudut Jawa Timur yang berkilau di New York. Inspiratif.
--A. Fuadi, Penulis best seller trilogi Negeri 5 Menara

....most of all it is a story of dreams come true, sharply focused by a person who knows what he wants. Certainly very relevant in today`s world which needs the dose of positive energy that Mr Iwan Setyawan delivers.
--Wimar Witoelar, Authority in journalism, public relations and communication

Menggugah. Iwan berhasil membahasakan dengan ringan dan renyah bahwa pendidikan dan determinasi hidup adalah sahabat sejati perbaikan nasib manusia.
--Anas Urbaningrum, Penulis, pencinta kuliner nusantara, politisi

Kisah Iwan menjadi bukti nyata tentang efek pendidikan.
--Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar

Review saya:
Setelah saya baca berbagai review dari blog yang sering posting resensi buku dan juga komen temen-temen goodreads. Semakin tertarik untuk membaca 9 Summers 10 Autumns. Berkisah tentang anak sopir angkot dari Kota Batu Malang bisa menjadi Direktur Internal Client Management Nielsen Consumer Research, New York. Ekspektasi saya sebelum baca buku bahwa buku ini bakal kayak novelnya Andrea Hirata atau ahmad fuadi. Ternyata berbeda diceritakan dengan menampilkan tokoh bayangan, jadi penulis menceritakan perjalananya sampai ia bisa sukses kepada anak kecil,kalau pendapat saya bercerita kepada anak kecil tidak akan memunculkan kesan sombong kali ya,dan kadangkala diselipi dengan kata-kata puitis oleh Iwan setyawan.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari novel ini mulai dari kesederhanaan ,ketekunan dan kesabaran. Ada satu kalimat yang bikin saya merasa trenyuh kalau tidak salah begini”buk aku kesel mlarat terus” bener-bener deh waktu itu berkaca-kaca. Oiya keluarga Iwan setyawan ini walaupun hidup berkekurangan tapi masih mengedepankan pendidikan,mereka menganggap pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan,ini terbukti tak hanya Iwan saja yang sukses melainkan saudara-saudaranya kini telah hidup mapan,patut dicontoh ini.

Akhir kata novel ini cocok banget untuk dijadikan semangat,bahwa kekurangan bukan penghalang untuk sukses. Selamat membaca!:)

2 komentar:

 

KHAIRUNISA'S BLOG Template by Ipietoon Cute Blog Design